Ilustrasi paku besi berkarat, irisan apel yang menjadi cokelat, dan baterai dengan panah perpindahan elektron
Redoks

Reaksi Redoks dan Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

Pahami tiga konsep oksidasi–reduksi, aturan bilangan oksidasi, oksidator dan reduktor, serta autoredoks. Coba penghitung biloks otomatis, lalu kerjakan kuis 15 soal.

⏱ ± 15 menit🔢 Penghitung biloks✅ 15 soal + pembahasan

Apel yang dipotong lama-lama menjadi cokelat, pagar besi berkarat, dan baterai ponsel menyimpan lalu melepaskan energi. Ketiganya adalah contoh reaksi redoks, yaitu reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi sekaligus. Keduanya selalu terjadi berpasangan: jika ada zat yang kehilangan elektron, pasti ada zat lain yang menerimanya.

🍎Apel kecokelatanoksidasi senyawa fenol oleh oksigen
🔩Besi berkaratFe teroksidasi menjadi Fe2O3
🔋Baterairedoks yang menghasilkan arus listrik

1. Tiga Konsep Redoks

KonsepOksidasiReduksi
Oksigenmengikat oksigenmelepas oksigen
Elektronmelepas elektronmenerima elektron
Bilangan oksidasibiloks naikbiloks turun

Konsep bilangan oksidasi paling lengkap, karena bisa dipakai untuk reaksi yang tidak melibatkan oksigen dan tidak jelas perpindahan elektronnya.

Cara mengingat: Oksidasi = naik (biloks), Reduksi = turun. Oksidator mengoksidasi zat lain, jadi dirinya sendiri tereduksi.

2. Aturan Bilangan Oksidasi

  1. Unsur bebas (Fe, O2, Cl2, P4) = 0.
  2. Ion monoatomik = muatannya (Na+ = +1, Cl− = −1, Fe3+ = +3).
  3. Jumlah biloks dalam senyawa netral = 0. Dalam ion poliatom = muatan ion.
  4. F selalu −1. Logam golongan IA selalu +1, golongan IIA selalu +2, dan Al +3.
  5. H umumnya +1, kecuali pada hidrida logam (NaH, CaH2) = −1.
  6. O umumnya −2, kecuali pada peroksida (H2O2, Na2O2) = −1 dan pada OF2 = +2.
  7. Halogen (Cl, Br, I) = −1 dalam senyawa biner dengan logam, tetapi bisa positif jika berikatan dengan O.

3. Penghitung Bilangan Oksidasi Interaktif

Ketik rumus senyawa atau ion. Penghitung ini menerapkan aturan di atas langkah demi langkah dan mencari biloks unsur yang belum diketahui.

KMnO₄

K = +1, O = −2, sehingga Mn = 0 − (+1) − 4 × (−2) = +7.

4. Contoh Soal Langkah demi Langkah

Soal: Tentukan oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi Zn + CuSO4 → ZnSO4 + Cu.

Zn0+Cu+2SO4→Zn+2SO4+Cu0
Langkah 1 – Tulis biloks setiap unsur yang berubah. Zn (unsur bebas) = 0; Cu dalam CuSO4 = +2 (karena SO4 bermuatan −2); Zn dalam ZnSO4 = +2; Cu (unsur bebas) = 0. Biloks S dan O tidak berubah.
Langkah 2 – Biloks naik = oksidasi. Zn: 0 → +2. Zn mengalami oksidasi, jadi Zn adalah reduktor, dan ZnSO4 adalah hasil oksidasi.
Langkah 3 – Biloks turun = reduksi. Cu: +2 → 0. CuSO4 mengalami reduksi, jadi CuSO4 adalah oksidator, dan Cu adalah hasil reduksi.
Langkah 4 – Rangkum. Inilah yang terjadi saat paku seng dicelupkan ke larutan tembaga sulfat biru: warna birunya memudar dan muncul endapan tembaga kemerahan.

Reduktor: Zn · Oksidator: CuSO4

5. Autoredoks dan Tata Nama Stock

  • Autoredoks (disproporsionasi): satu zat mengalami oksidasi dan reduksi sekaligus. Contoh: Cl2 + 2NaOH → NaCl + NaClO + H2O (Cl: 0 → −1 dan 0 → +1). Reaksi ini dipakai untuk membuat pemutih.
  • Konproporsionasi: dua zat berbeda menghasilkan unsur yang sama. Contoh: 2H2S + SO2 → 3S + 2H2O (S: −2 → 0 dan +4 → 0).
  • Tata nama Stock: logam yang biloksnya bisa berbeda-beda ditulis dengan angka Romawi. FeCl2 = besi(II) klorida, FeCl3 = besi(III) klorida, Cu2O = tembaga(I) oksida.
⚠️ Jebakan: oksidator mengalami reduksi, bukan oksidasi. Jangan tertukar antara “zat yang mengoksidasi” dan “zat yang teroksidasi”. Selain itu, jangan lupa membagi dengan jumlah atom: pada Cr2O72−, 2Cr = +12, jadi Cr = +6.

6. Kuis: Uji Pemahaman Anda

Pilih jawaban, dan pembahasan akan langsung muncul. Gunakan penghitung biloks di atas untuk mengecek.

Soal 1 dari 15

Bilangan oksidasi Mn dalam KMnO4 adalah…

Pembahasan: K = +1 dan O = −2. Jumlah biloks senyawa netral = 0: (+1) + Mn + 4 × (−2) = 0 → Mn = +7.

Soal 2 dari 15

Bilangan oksidasi Cr dalam ion Cr2O72− adalah…

Pembahasan: Jumlah biloks ion = muatannya (−2). 2 × Cr + 7 × (−2) = −2 → 2Cr = +12 → Cr = +6. Jawaban +12 muncul jika lupa membagi dengan 2 atom Cr.

Soal 3 dari 15

Bilangan oksidasi S dalam H2SO4 adalah…

Pembahasan: 2 × (+1) + S + 4 × (−2) = 0 → S = +6.

Soal 4 dari 15

Bilangan oksidasi N dalam ion NH4+ adalah…

Pembahasan: N + 4 × (+1) = +1 (muatan ion) → N = −3.

Soal 5 dari 15

Bilangan oksidasi O dalam hidrogen peroksida (H2O2) adalah…

Pembahasan: Pada senyawa peroksida, biloks O = −1: 2 × (+1) + 2 × O = 0 → O = −1. Ini salah satu pengecualian aturan O = −2.

Soal 6 dari 15

Bilangan oksidasi H dalam natrium hidrida (NaH) adalah…

Pembahasan: Pada hidrida logam (H berikatan dengan logam), biloks H = −1. Na selalu +1, sehingga H = −1.

Soal 7 dari 15

Bilangan oksidasi Cl dalam HClO (asam hipoklorit) adalah…

Pembahasan: (+1) + Cl + (−2) = 0 → Cl = +1. Klorin punya banyak kemungkinan biloks: −1 (HCl), +1 (HClO), +3 (HClO2), +5 (HClO3), +7 (HClO4).

Soal 8 dari 15

Pada reaksi Zn + CuSO4 → ZnSO4 + Cu, zat yang bertindak sebagai oksidator adalah…

Pembahasan: Cu dalam CuSO4 berubah dari +2 menjadi 0 (mengalami reduksi). Zat yang mengalami reduksi disebut oksidator, jadi oksidatornya CuSO4. Zn naik dari 0 ke +2 (oksidasi), sehingga Zn adalah reduktor.

Soal 9 dari 15

Reaksi berikut yang bukan reaksi redoks adalah…

Pembahasan: Pada reaksi penetralan NaOH + HCl, biloks semua unsur tetap (Na +1, O −2, H +1, Cl −1). Tidak ada unsur yang biloksnya naik atau turun, jadi bukan redoks. Pada reaksi lainnya ada unsur bebas yang berubah menjadi senyawa, atau sebaliknya.

Soal 10 dari 15

Reaksi berikut yang merupakan autoredoks (disproporsionasi) adalah…

Pembahasan: Pada autoredoks, satu zat sekaligus mengalami oksidasi dan reduksi. Cl dalam Cl2 (0) berubah menjadi −1 (NaCl) dan +1 (NaClO).

Soal 11 dari 15

Menurut konsep elektron, oksidasi adalah…

Pembahasan: Oksidasi = pelepasan elektron (biloks naik), sedangkan reduksi = penerimaan elektron (biloks turun). Contoh: Na → Na+ + e− adalah oksidasi.

Soal 12 dari 15

Bilangan oksidasi unsur bebas, seperti O2, Fe, dan Cl2, adalah…

Pembahasan: Atom dalam unsur bebas tidak memberi atau menerima elektron dari atom lain jenis, sehingga biloksnya 0.

Soal 13 dari 15

Bilangan oksidasi P dalam ion PO43− adalah…

Pembahasan: P + 4 × (−2) = −3 → P = +5.

Soal 14 dari 15

Nama FeCl3 menurut sistem Stock adalah…

Pembahasan: Cl = −1, jadi Fe = +3. Pada sistem Stock, biloks logam yang bisa berubah-ubah ditulis dengan angka Romawi: besi(III) klorida. FeCl2 disebut besi(II) klorida.

Soal 15 dari 15

Pada reaksi 2H2S + SO2 → 3S + 2H2O, atom S pada H2S mengalami…

Pembahasan: Biloks S pada H2S = −2 dan menjadi 0 pada S. Biloks naik berarti oksidasi. Sebaliknya, S pada SO2 (+4) turun menjadi 0 (reduksi). Reaksi ini disebut konproporsionasi.
Skor: 0 / 15 · Dijawab: 0

Skor akhir Anda

0/15

💬 Catatan dari Penulis

Rangkuman

  • Oksidasi: biloks naik / melepas elektron. Reduksi: biloks turun / menerima elektron.
  • Oksidator mengalami reduksi; reduktor mengalami oksidasi.
  • Unsur bebas = 0; jumlah biloks senyawa = 0; jumlah biloks ion = muatannya.
  • O = −2 (peroksida −1), H = +1 (hidrida logam −1), F = −1, IA = +1, IIA = +2.
  • Autoredoks: satu zat teroksidasi sekaligus tereduksi.

Materi Selanjutnya

Sumber: IUPAC. Compendium of Chemical Terminology (Gold Book): oxidation state, oxidation, reduction. · IUPAC. Nomenclature of Inorganic Chemistry: Recommendations 2005 (tata nama Stock). · Buku Kimia SMA/MA Kurikulum Merdeka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *