Ilustrasi model 3D bola dan batang berbentuk linear, segitiga datar, dan tetrahedral, dengan balon transparan sebagai domain elektron
Ikatan Kimia

Bentuk Molekul (Teori VSEPR): Cara Menentukan dengan Mudah

Pelajari teori VSEPR, notasi AXE, 13 bentuk molekul beserta sudut dan hibridisasinya, serta kepolaran molekul. Putar model 3D sederhana, lalu kerjakan kuis 15 soal.

⏱ ± 15 menit🧊 Model 3D bisa diputar✅ 15 soal + pembahasan

Ikat beberapa balon pada satu titik, lalu lepaskan. Balon-balon itu akan otomatis mengambil posisi sejauh mungkin satu sama lain. Dua balon membentuk garis lurus, tiga balon membentuk segitiga, dan empat balon membentuk tetrahedron. Pasangan elektron di sekitar atom pusat berperilaku persis seperti balon-balon ini. Inilah inti teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion, tolakan pasangan elektron kulit valensi).

2 domainlinear, 180°
3 domainsegitiga datar, 120°
4 domaintetrahedral, 109,5°

1. Aturan Dasar VSEPR

  • Pasangan elektron (PEI dan PEB) di sekitar atom pusat saling tolak-menolak dan mengambil posisi sejauh mungkin.
  • Ikatan rangkap dua atau tiga dihitung sebagai 1 domain, sama seperti ikatan tunggal.
  • Kekuatan tolakan: PEB–PEB > PEB–PEI > PEI–PEI. Karena itu, PEB “menekan” ikatan sehingga sudutnya mengecil.
  • Bentuk molekul hanya dilihat dari posisi atom-atomnya. PEB ikut menentukan susunan, tetapi tidak “terlihat” pada bentuk.

Notasi AXnEm

A = atom pusat, X = atom yang terikat pada atom pusat (n = jumlah PEI/domain ikatan), E = pasangan elektron bebas pada atom pusat (m = jumlah PEB).

Rumus cepat PEB atom pusat: E = (elektron valensi atom pusat − jumlah elektron atom pusat yang dipakai berikatan) ÷ 2. Contoh NH3: (5 − 3) ÷ 2 = 1 PEB.

2. Tabel 13 Bentuk Molekul

NotasiBentukSudutHibridisasiContoh
AX2Linear180°spBeCl₂
AX3Segitiga datar (trigonal planar)120°sp²BF₃
AX2EBengkok (bentuk V)< 120° (sekitar 119°)sp²SO₂
AX4Tetrahedral109,5°sp³CH₄
AX3EPiramida trigonal (segitiga)± 107°sp³NH₃
AX2E2Bengkok (bentuk V)± 104,5°sp³H₂O
AX5Bipiramida trigonal90° dan 120°sp³dPCl₅
AX4EJungkat-jungkit (seesaw)< 90° dan < 120°sp³dSF₄
AX3E2Bentuk T< 90°sp³dClF₃
AX2E3Linear180°sp³dXeF₂
AX6Oktahedral90°sp³d²SF₆
AX5EPiramida segiempat< 90°sp³d²BrF₅
AX4E2Segiempat datar90°sp³d²XeF₄

Jumlah domain menentukan susunan dasar: 2 linear, 3 segitiga datar, 4 tetrahedral, 5 bipiramida trigonal, 6 oktahedral.

3. Model Bentuk Molekul Interaktif

Pilih molekul dan geser penggeser untuk memutar modelnya. Ikatan yang mengarah ke depan digambar tebal, ikatan ke belakang digambar putus-putus, dan balon kuning adalah PEB.

Bentuk molekulPiramida trigonal (segitiga)
Elektron valensi pusatN = 5 elektron
Domain ikatan (X)3
PEB pusat (E)(5 − 3) ÷ 2 = 1
NotasiAX3E
Sudut ikatan± 107°
Hibridisasisp³
Kepolaranpolar (tidak simetris)

4. Contoh Soal Langkah demi Langkah

Soal: Tentukan bentuk molekul dan kepolaran NH3 (N golongan VA).

Langkah 1 – Atom pusat dan elektron valensinya. Atom pusat N, elektron valensi = 5.
Langkah 2 – Hitung PEI dan PEB. N berikatan dengan 3 atom H → 3 PEI. PEB = (5 − 3) ÷ 2 = 1.
Langkah 3 – Tulis notasinya. 3 X dan 1 E → AX3E. Total 4 domain, jadi susunan dasarnya tetrahedral.
Langkah 4 – Tentukan bentuk dan kepolaran. Satu posisi tetrahedral ditempati PEB, sehingga atom-atomnya membentuk piramida trigonal (± 107°). Bentuknya tidak simetris, jadi NH3 polar.

Piramida trigonal · polar

5. Kepolaran Molekul

Ikatan yang polar belum tentu membuat molekulnya polar. Yang menentukan adalah bentuk molekul:

  • Nonpolar: atom pusat tidak punya PEB dan semua atom yang terikat sama, sehingga bentuknya simetris dan kutub-kutubnya saling meniadakan. Contoh: CO2, BF3, CH4, PCl5, SF6.
  • Polar: bentuknya tidak simetris, biasanya karena ada PEB pada atom pusat. Contoh: H2O, NH3, SO2.
  • Pengecualian simetris: XeF2 (linear) dan XeF4 (segiempat datar) punya PEB, tetapi PEB-nya tersusun simetris, sehingga molekulnya nonpolar.
⚠️ Jebakan: H2O dan CO2 sama-sama terdiri atas 3 atom, tetapi bentuknya berbeda. H2O bengkok (punya 2 PEB pada O), sedangkan CO2 linear (tidak ada PEB pada C). Selalu hitung PEB atom pusat dulu.

6. Kuis: Uji Pemahaman Anda

Pilih jawaban, dan pembahasan akan langsung muncul. Kuncinya: hitung PEI dan PEB atom pusat.

Soal 1 dari 15

Bentuk molekul metana (CH4) adalah…

Pembahasan: Atom C punya 4 PEI dan 0 PEB (AX4). Empat domain elektron saling menjauh membentuk tetrahedral dengan sudut 109,5°. Bukan segiempat datar, karena pada bentuk 3D sudutnya bisa lebih besar dari 90°.

Soal 2 dari 15

Bentuk molekul amonia (NH3) adalah…

Pembahasan: N punya 3 PEI dan 1 PEB (AX3E). PEB menekan ketiga ikatan N–H ke bawah, sehingga bentuknya piramida trigonal dengan sudut sekitar 107°.

Soal 3 dari 15

Bentuk molekul air (H2O) adalah…

Pembahasan: O punya 2 PEI dan 2 PEB (AX2E2). Dua PEB mendorong kedua ikatan O–H, sehingga molekulnya bengkok dengan sudut sekitar 104,5°, bukan linear.

Soal 4 dari 15

Bentuk molekul CO2 adalah…

Pembahasan: C punya 2 ikatan rangkap dua dan tidak punya PEB. Setiap ikatan rangkap dihitung sebagai 1 domain, jadi AX2 → linear (180°).

Soal 5 dari 15

Bentuk molekul BF3 adalah…

Pembahasan: B punya 3 PEI dan 0 PEB (AX3). Tiga domain menjauh dalam satu bidang membentuk segitiga datar dengan sudut 120°. Bandingkan dengan NH3 yang punya 1 PEB dan berbentuk piramida.

Soal 6 dari 15

Notasi VSEPR untuk molekul SF4 (S golongan VIA) adalah…

Pembahasan: S punya 6 elektron valensi. Empat dipakai untuk berikatan dengan 4 atom F, sisanya 2 elektron = 1 PEB. Notasinya AX4E (bentuk jungkat-jungkit).

Soal 7 dari 15

Bentuk molekul XeF4 adalah…

Pembahasan: Xe punya 8 elektron valensi: 4 untuk berikatan, sisanya 4 elektron = 2 PEB (AX4E2). Kedua PEB menempati posisi berseberangan (atas–bawah), sehingga keempat F berada pada satu bidang: segiempat datar.

Soal 8 dari 15

Bentuk molekul SF6 adalah…

Pembahasan: S membentuk 6 ikatan dan tidak punya PEB (AX6). Enam domain menjauh ke enam arah (atas, bawah, depan, belakang, kiri, kanan): oktahedral dengan sudut 90°.

Soal 9 dari 15

Sudut ikatan H–O–H pada air (104,5°) lebih kecil daripada H–C–H pada metana (109,5°) karena…

Pembahasan: Keempat domain sama-sama tersusun tetrahedral, tetapi O punya 2 PEB. PEB menolak lebih kuat daripada PEI, sehingga kedua ikatan O–H terdorong lebih rapat.

Soal 10 dari 15

Molekul berikut yang nonpolar walaupun ikatannya polar adalah…

Pembahasan: Ikatan C=O memang polar, tetapi CO2 berbentuk linear dan simetris, sehingga kedua kutubnya saling meniadakan. SO2 berbentuk bengkok, jadi tetap polar.

Soal 11 dari 15

Molekul berikut yang bersifat polar adalah…

Pembahasan: NH3 punya PEB pada atom pusat dan berbentuk piramida (tidak simetris), sehingga polar. CH4, BF3, dan CCl4 simetris tanpa PEB pada atom pusat, sehingga nonpolar.

Soal 12 dari 15

Urutan kekuatan tolakan pasangan elektron yang benar adalah…

Pembahasan: PEB hanya terikat pada satu inti, sehingga “menggembung” dan menolak lebih kuat. Urutannya PEB–PEB > PEB–PEI > PEI–PEI.

Soal 13 dari 15

Molekul dengan notasi AX3E2, misalnya ClF3, berbentuk…

Pembahasan: Ada 5 domain (susunan bipiramida trigonal). Dua PEB menempati posisi ekuatorial, sehingga tiga atom F membentuk huruf T.

Soal 14 dari 15

Hibridisasi atom C pada CH4 adalah…

Pembahasan: Ada 4 domain elektron di sekitar C, sehingga satu orbital s dan tiga orbital p bercampur menjadi 4 orbital sp³ yang mengarah ke sudut tetrahedron.

Soal 15 dari 15

Berapa jumlah domain elektron di sekitar atom pusat S pada SO2?

Pembahasan: S punya 2 ikatan rangkap dua (masing-masing dihitung 1 domain) dan 1 PEB. Total 3 domain (AX2E), sehingga SO2 berbentuk bengkok.
Skor: 0 / 15 · Dijawab: 0

Skor akhir Anda

0/15

💬 Catatan dari Penulis

Rangkuman

  • VSEPR: pasangan elektron di sekitar atom pusat saling menjauh. Ikatan rangkap dihitung 1 domain.
  • Notasi AXnEm: n = domain ikatan, m = PEB atom pusat = (elektron valensi − elektron untuk berikatan) ÷ 2.
  • Bentuk penting: AX2 linear, AX3 segitiga datar, AX4 tetrahedral, AX3E piramida trigonal, AX2E2 bengkok, AX5 bipiramida trigonal, AX6 oktahedral.
  • PEB menolak paling kuat, sehingga sudut ikatan mengecil.
  • Molekul simetris → nonpolar. Tidak simetris → polar.

Materi Selanjutnya

Sumber: Gillespie RJ, Hargittai I. The VSEPR Model of Molecular Geometry. Allyn and Bacon; 1991. · Nilai sudut ikatan: CRC Handbook of Chemistry and Physics. · Buku Kimia SMA/MA Kelas XI Kurikulum Merdeka.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *